Wonoharjo, 22 Juli 2024 – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 H, Pengurus Anak Cabang Muslimat NU bekerja sama dengan Pemerintah Desa Wonoharjo sukses menggelar acara pengajian akbar dan santunan anak yatim pada Senin, 22 Juli 2024. Mengusung tema “Memperkuat Sinergitas Ulama dan Umaro Menuju Masa Depan Bangsa yang Islami dan Berbudaya”, kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat di Balai Desa Wonoharjo.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pangandaran, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat, serta ratusan warga Desa Wonoharjo. Kehadiran Kyai Raden Tunjung dari Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, sebagai penceramah utama, memberikan warna tersendiri dalam penyampaian tausiyah yang menggugah semangat keislaman dan kebersamaan.
Kehadiran Bupati Pangandaran dan Tokoh-Tokoh Penting
Acara ini dihadiri oleh Bupati Pangandaran, Bapak Jeje Wiradinata, beserta jajaran pemerintah daerah, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kehadiran para pemimpin tersebut menjadi simbol sinergi antara ulama dan umaro yang diusung dalam tema acara. Dalam sambutannya, Bupati Pangandaran menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Wonoharjo dan Muslimat NU.
“Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi waktu yang tepat untuk mempererat sinergi antara ulama, umaro, dan masyarakat. Bersama-sama, kita dapat membangun masa depan yang Islami dan berbudaya untuk generasi mendatang,” ujar beliau.
Bupati Pangandaran, dalam pidatonya, juga menekankan dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang dapat meningkatkan kualitas moral dan spiritual masyarakat. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga harmoni antara kepemimpinan ulama dan umaro. Bersama-sama, kita dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera, Islami, dan berbudaya,” ungkap beliau.
Sinergi Ulama dan Umaro dalam Memajukan Desa
Dalam sambutannya, Kepala Desa Wonoharjo menyampaikan pentingnya sinergi antara ulama dan umaro untuk membangun masyarakat yang religius dan berbudaya. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mempererat kebersamaan dan menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi dalam membangun masa depan bangsa,” ujarnya.
Tausiyah Inspiratif dan Santunan Anak Yatim
Kyai Raden Tunjung dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momen introspeksi dan perbaikan diri. “Sinergitas antara ulama dan umaro tidak hanya terlihat dari kerja sama mereka, tetapi juga bagaimana kita sebagai umat dapat mendukung mereka dengan amal dan doa,” katanya. Beliau juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Desa Wonoharjo yang selalu menjaga nilai-nilai kebersamaan.
Setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Santunan ini merupakan hasil dari donasi warga dan kerja sama berbagai pihak yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan di awal Tahun Baru Islam.
Semangat Kebersamaan yang Islami dan Berbudaya
Acara pengajian dan santunan ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperingati Tahun Baru Islam, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah. Dengan semangat kebersamaan yang Islami dan berbudaya, Desa Wonoharjo berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui sinergitas ulama dan umaro, Desa Wonoharjo berharap dapat menjadi teladan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadaban. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
Dengan suksesnya acara ini, diharapkan Desa Wonoharjo dapat terus menjadi teladan dalam menghidupkan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal. Pengurus Anak Cabang Muslimat NU dan Pemerintah Desa Wonoharjo berkomitmen untuk terus mempererat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat demi menciptakan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.
Mari bersama kita jadikan Tahun Baru Islam 1446 H sebagai momentum untuk terus meningkatkan kepedulian dan kebersamaan demi masa depan yang lebih baik.